BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tingginya tingkat kemiskinan dan tingkat penggagguran merupakan dua permasalahan besar yang sedang di hadapi Indonesia saat ini. Tingkat pertumbuhuan penduduk yang sangat tinggi juga menyebabkan penyerapan tenaga kerja menjadi kurang efektif karena tingginya tingkat pertumbuhan penduduk tidak dibarengi dengan pertumbuhan lapangan kerja yang sebanding.Cara untuk menyelesaikan masalah pengangguran di Indonesia dibutuhkan upaya penciptaan lapangan kerja yang jauh lebih besar. Dan salah satu solusi agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan adalah melalui pengembangan di sector pariwisata.Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa dan juga kota Batu merupakan salah satu pariwisata terbesar di Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan ke kota ini merupakan salah satu yang terbesar bersama dengan Bali dan Yogyakarta. Objek wisata kota Batu sangat beragam, dari sejarah, retail, pendidikan, hingga kawasan alam.Kota Batu banyak ditunjang dari sektor pariwisata dan pertanian. Letak Kota Batu yang berada di wilayah pegunungan dan pembangunan pariwisata yang pesat membuat sebagian besar pertumbuhan PDB Kota Batu ditunjang dari sektor ini.
Para pakar ekonomi memperkirakan sektor pariwisata akan menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang penting pada abad ke-21. Dalam perekonomian suatu negara, bila dikembangkan secara berencana dan terpadu, peran sektor pariwisata akan melebihi sektor migas (minyak bumi dan gas alam) serta industri lainnya. Keberhasilan pengembangan sektor kepariwisataan, berarti akan meningkatkan perannya dalam penerimaan daerah, dimana kepariwisataan merupakan komponen utamanya dengan memperhatikan juga faktor yang mempengaruhinya, seperti: jumlah obyek wisata yang ditawarkan, jumlah wisatawan yang berkunjung baik domestik maupun internasional, dan tentunya pendapatan perkapita.

Dari sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia baik sebagai salah satu sumber penghasil devisa maupun sebagai penciptalapangan kerja serta kesempatan berusaha. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pengembangan pariwisata perlu dilanjutkan dan ditingkatkan melalui perluasan, pemanfaatan sumber dan potensi pariwisata nasional, sehingga diharapkan mampu mendorong dan menggerakkan sektor-sektor ekonomi lainnya (Heriawan, 2002).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Peran pariwisata dalam pembangunan nasional di Indonesia mencakup tiga segi yaitu: dari segi ekonomi yakni sebagai sumber penghasilan devisa dan pendapatan dari segi sosial sebagai penciptaan kesempatan kerja dari segi budaya yaitu memperkenankan dan memberdayakan gunakan budaya bangsa (Abeng 2001) .

Kemampuan penyerapan tenaga kerja tentunya tidak lepas kaitannya dengan seluruh potensi yang ada khususnya terhadap pihak – pihak yang mempunyai wewenang dalam sektor industri dan ketenagakerjaan, termasuk partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, dalam mengupayakan peningkatan dan pengembangan dari sumber daya manusia (Ramli 2003).

Pengembangan pariwisata yang diprogramkan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta akan diarahkan kepada usaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan karena merupakan sumber pendapatan yang cukup signifikan. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah secara positif mempengaruhi tingkat kesempatan kerja khususnya dibidang pariwisata. Oleh karena itu sektor patiwisata perlu didukung oleh beberapa sector penunjang pariwisata, baik dibidang transportasi maupun dibidang akomodasi serta pelayanan termasuk sektor hotel dan restoran. Dengan adanya penunjang pariwisata, jumlah wisatawan yang berkunjung diharapkan semakin meningkat,yang pada akhirnya bermuara pada penciptaan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, serta dapat pula mempengaruhi tingkat produktivitas masyarakat dalamkegiatan perekonomian, khususnya pada bidang industri pariwisata.
Rumusan Masalah
Bagaimanakah pengaruh jumlah usaha wisata bagi penyerapan tenaga kerja di kota batu ?Bagaimanakah pengaruh jumlah obyek wisata bagi penyerapan tenaga kerja di kota batu ?Bagaimanakah pengaruh jumlah kunjungan wisatawan bagi penyerapan tenaga kerja di kota batu ?Bagaimanakah pengaruh upah rata-rata bagi penyerapan tenaga kerja di kota batu ?Tujuan Penelitian
Untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh jumlah usaha wisata terhadap penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di kota batu.

Untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh jumlah obyek wisata terhadap penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di kota batu.

Untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh jumlah kunjungan wisatawan terhadap penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di kota batu.

Untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh upah rata-rata terhadap penyerapan tenaga kerja dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran di kota batu.

Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai kebutuhan pemikiran bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang tepat, khususnya bagi sector pariwisata yang mana sector ini mampu memberikan pengaruh yang positif bagi pertumbuhan ekonomidi kota tersebut dan juga dapat mengurangi pengangguran di daerah tersebut. Melalui penelitian ini juga diharapkan sebagai tempat informasi pemikiran mengenai pengembangan ekonomi di kota tersebut.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Nama peneliti Judul
Penelitian
Variabel
Penelitian
Metode Kesimpulan Umum
Zbigniew Zontek
(2016)
The Role of Human Resources in Enhancing
Innovation in Tourism Enterprises Dependen Peran Sumber Daya Manusia
Independen
Pariwisata Campuran survei diagnostic
menggunakan teknik kuesioner. Perubahan yang terjadi dalam ekonomi pariwisata modern memiliki dampak yang kuat pada fungsi untuk kedua wilayah dan perusahaan pariwisata yang terletak di daerah mereka.

Ajala O.A.

(2008)
Employment and Income Potentiality of Tourism Development in Amhara Region
Ethiopia. Dependen Potensi Pekerjaan dan Penghasilan
Independen
Pengembangan Pariwisata di Wilayah Amhara Ethiopia. Data primer dan sekunder
menggunakan survei lapangan inventaris dan administrasi kuesioner. Wilayah Amhara di Ethiopia adalah contoh daerah diberkati dengan kelimpahan dan situs pariwisata yang beragam dengan potensi berkontribusi terhadap sosio-ekonomi pembangunan tidak hanya dari wilayah tetapi juga untuk negara pada umumnya.

IVANA PAVLI?, MERI ŠUMAN TOLI?, TON?I SVILOKOS
(2012)
IMPACT OF TOURISM ON THE EMPLOYMENT IN CROATIA Dependen
LAPANGAN KERJA DI KROASIA
Independen
DAMPAK PARIWISATA uji kausalitas Granger dan pendekatan kointegrasi Johansen. Studi teoritis dan empiris pada subjek ini mengungkapkan bahwa pariwisata memiliki efek positif pada pekerjaan. Selain dampak langsungnya dalam sektor perjalanan dan pariwisata, ini dapat menghasilkan lapangan kerja tambahan melalui efek tidak langsung dan induksi di banyak sektor pendukung pariwisata.

Jacint Balaguer and Manuel Cantavella-Jordá
(2000)
TOURISM AS A LONG-RUN ECONOMIC
GROWTH FACTOR: THE SPANISH CASE Dependen PERTUMBUHAN EKONOMI LONG-RUN
Independen
PARIWISATA kointegrasi Johansen Selama tiga dasawarsa terakhir pertumbuhan ekonomi di Spanyol telah masuk akal untuk ekspansi berkelanjutan dari pariwisata internasional. Peningkatan aktivitas ini telah menghasilkan banyak manfaat dari waktu ke waktu.

Gibson Nene
Ariuna Taivan
(2017)
CAUSALITY BETWEEN TOURISM AND
ECONOMIC GROWTH:
EVIDENCE FROM SUB-SAHARAN AFRICA
(SSA) Dependen PERTUMBUHAN EKONOMI
Independen CAUSALITAS PARIWISATA Data time series Industri pariwisata adalah salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dan terbesar di dunia,
kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi telah menjadi semakin penting dan banyak
pemerintah telah memasukkan beberapa langkah untuk meningkatkan industri pariwisata mereka untuk
menikmati manfaat yang terkait dengan sektor pariwisata yang semarak.

Yolanda Pena-Boquete
(2009)
Effects of Tourism Wages and employment for
the Spanish regions:
Seasonality versus Tourism Specialization Dependen
Upah ,pekerjaan
Independen pariwisata Survei tentang Penghasilan dan Kondisi Hidup dan data yang di dapat dari mikro data Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efek musiman dan pengembangan pariwisata pada upah dan pekerjaan untuk wilayah Spanyol.

Nurhazani Mohd Shariff1
*, Azlan Zainol Abidin
(2017)
Developing International Migrant Labors Pattern: The Case of
Tourism and Hospitality Industry Dependen Mengembangkan Pola Pekerja Migran Internasional
Indipenden Industri Pariwisata dan Perhotelan Survei kuesioner ketenagakerjaan buruh migran internasional dalam industri pariwisata dan perhotelan menyajikan serangkaian peluang bersama tantangan bagi para pemangku kepentingan seperti migran, pengusaha dan masyarakat tuan rumah.

Siti Maria
(2016)
DAMPAK SEKTOR PARIWISATA TERHADAP KESEMPATAN
KERJA PARIWISATA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Dependen
Kesempatan Kerja
Independen
Pariwisata Regresi
linear berganda Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak sektor pariwisata terhadap
penyerapan tenaga kerja yang diukur dari jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata tahun
2002-2014.
CORI AKUINO
(2011)
PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PARIWISATA
( SEKTOR PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN )
DI KOTA BATU Dependen
Penyerapan Tenaga Kerja
Independen
Pariwisata Regresi linear berganda Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perubahan nilai tambah
sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam penyerapan tenaga kerja di Kota
Batu tahun 2002-2011.
Sri Hermawati,Yusye Milawaty,Missa Lamsani
(2014)
Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata
Di Kabupaten Banyuwangi Dependen
Penyerapan Tenaga Kerja
Independen
Pariwisata Analisis Determinasi Penelitian ini menunjukan bahwa sektor pariwasata kabupaten Banyumas terus berkembang. Dari 13 obyek pariwisata yang dapat di kelompokkan menjadi wisata alam dan wisata alam dan wisata pendidikan.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Zontek”, “given” : “Zbigniew”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “Rogers 1998”, “issued” : { “date-parts” : “0” }, “page” : “55-73”, “title” : “Innovation in Tourism Enterprises”, “type” : “article-journal”, “volume” : “14” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=56f5a065-a750-456a-b53f-c0fea7cfa664” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Zontek, n.d.)”, “manualFormatting” : “(Zontek, n.d.2016)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Zontek, n.d.)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Zontek, n.d.)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Zontek, n.d.2016) Dalam penelitian ini membahas tentang perubahan yang terjadi dalam ekonomi pariwisata modern memiliki dampak yang kuat pada fungsi untuk kedua wilayah dan perusahaan pariwisata yang terletak di daerah mereka. Dalam masyarakat modern, yang berorientasi pada pengembangan teknik informasi baru, inovasi memiliki lebih banyak arti dalam menciptakan preferensi di pasar pariwisata. Dan di penelitian ini menggunakan metode campuran survei diagnostic menggunakan teknik kuesioner dengan variabel dependennya peran sumber daya manusia dan variabel independennya pariwisata.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Ajala O.A.”, “given” : “”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “2”, “issued” : { “date-parts” : “2008” }, “title” : “Employment and Income Potentiality of Tourism Development in Amhara Region Ethiopia. *Ajala O.A.”, “type” : “article-journal”, “volume” : “1” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=ba729a11-9ee0-4d79-8d46-032354584576” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Ajala O.A., 2008)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Ajala O.A., 2008)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Ajala O.A., 2008)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Ajala O.A., 2008) Dalam penelitian ini membahas tentang Wilayah Amhara di Ethiopia adalah contoh daerah diberkati dengan kelimpahan dan situs pariwisata yang beragam dengan potensi berkontribusi terhadap sosio-ekonomi pembangunan tidak hanya dari wilayah tetapi juga untuk negara pada umumnya. Disini peneliti mengambil empat pariwisata perusahaan yang meliputi Hotel, Souvenir, Pemandu wisata dan bisnis transportasi air untuk menunjukkan potensi pariwisata sebagai katalis pembangunan. Disini perusahaan pariwisata di seluruh wilayah Amhara akan menghasilkan hampir 10.000 peluang kerja langsung di empat tujuan wisata. Pekerjaan tidak langsung bisa menjadi dua kali lipat angka ini karena memotong beberapa sektor ekonomi regional. Dan di penelitian ini menggunakan metode Data primer dan sekunder dengan cara survei lapangan inventaris dan administrasi kuesioner dengan variabel dependennya potensi pekerjaan dan penghasilan dan variabel independennya pengembangan pariwisata di wilayah Amhara Ethiopia.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “ISBN” : “9789604743063”, “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Pavliu0107”, “given” : “Ivana”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “Figure 1”, “issued” : { “date-parts” : “2012” }, “page” : “219-224”, “title” : “IMPACT OF TOURISM ON THE EMPLOYMENT IN CROATIA 2 Literature Review”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=22be8f2a-7f02-40ef-b97f-b82db8ddcc26” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Pavliu0107, 2012)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Pavliu0107, 2012)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Pavliu0107, 2012)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Pavli?, 2012) Dalam penelitian ini membahas tentang studi teoritis dan empiris pada subjek ini mengungkapkan bahwa pariwisata memiliki efek positif pada pekerjaan. Selain dampak langsungnya dalam sektor perjalanan dan pariwisata, ini dapat menghasilkan lapangan kerja tambahan melalui efek tidak langsung dan induksi di banyak sektor pendukung pariwisata. Dampak total dari ekonomi pariwisata lebih besar di mana sektor pariwisata didorong untuk mendapatkan barang dan jasa domestik.Mayoritas karyawan di industri perhotelan adalah kaum muda, di bawah 25 tahun, dan di samping itu kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Dan di penelitian ini menggunakan metode uji kausalitas granger dan pendekatan kointegrasi johansen dengan variabel dependennya lapangan kerja di kroasia dan variabel independennya adalah dampak pariwisata.ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Cantavella-Jordu00e1*”, “given” : “Jacint Balaguer and Manuel”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “container-title” : “Jacint Balaguer and Manuel Cantavella-Jordu00e1*”, “id” : “ITEM-1”, “issued” : { “date-parts” : “2000” }, “title” : “TOURISM AS A LONG-RUN ECONOMIC GROWTH FACTOR : THE SPANISH CASE Jacint Balaguer and Manuel Cantavella-Jordu00e1 *”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=baf4dfbd-ba08-4864-ae68-7848a67364cb” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Cantavella-Jordu00e1*, 2000)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Cantavella-Jordu00e1*, 2000)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Cantavella-Jordu00e1*, 2000)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Cantavella-Jordá*, 2000) Dalam penelitian ini membahas tentang selama tiga dasawarsa terakhir pertumbuhan ekonomi di Spanyol telah masuk akal untuk ekspansi berkelanjutan dari pariwisata internasional. Peningkatan aktivitas ini telah menghasilkan banyak manfaat dari waktu ke waktu. Daya saing eksternal juga telah terbukti dalam model untuk menjadi variabel fundamental bagi pertumbuhan ekonomi Spanyol dalam jangka panjang. Dari analisis empiris dapat disimpulkan efek positif pada pendapatan yang kebijakan pemerintah, dalam kecukupan pasokan serta dalam promosi kegiatan wisata. Dan di penelitian ini menggunakan metode kointegrasi johansen dengan variabel dependennya pertumbuhan ekonomi long-run dan varibel independennya pariwisata.ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “abstract” : “The tourism industry is among the largest and fastest growing sectors in the world. The contribution of tourism towards economic growth has become increasing important and many governments have incorporated several measures to upgrade their tourism industries in order to enjoy the benefits associated with a vibrant tourism sector. While some scholars found evidence supporting the tourism-led growth hypothesis (TLGH), there is also evidence that economic growth causes tourism development and that there exists a bidirectional causality between economic growth and tourism development. This study attempts to understand the relationship between tourism development and economic growth in Sub-Saharan Africa (SSA). Specifically, the current study examines causality between tourism development and economic growth for 10 SSA countries using annual time series data for the period 1994-2014. Our empirical methodology consists of unit root tests, cointegration analysis, vector error correction modeling and Granger causality testing for each country included in our sample. In order to control for the potential indirect relationship between tourism and economic growth, our empirical analysis incorporates the ratio of trade to GDP and the ratio of capital formation to GDP in a multivariate setting. Our empirical results showed support for the economic growth-led tourism development hypothesis, and the tourism-led growth hypothesis for 40% and 60% of the countries included in the study, respectively. The economic growth-led tourism development result suggests that 40% of the SSA countries mostly used their incomes to improve their tourism infrastructure with the objective of accelerating long-run economic growth. On the other hand, 60% of the SSA countries depend in part on tourism revenues to drive economic growth. In addition, the differences in the direction of causality across SSA countries could be due differences policies governing the tourism industry, colonial origin and other country specific institutional factors. We suggest different policy implications for SSA countries based on our causality results. Countries for which results confirmed the tourism-led growth hypothesis should allocate resources toward supporting the tourism industry and tourism related industries this will benefit economic growth. Alternatively, countries with results consistent with the economic growth-led tourism development should allocate their resources other sectors such as the manuu2026”, “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Nene”, “given” : “Gibson”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” }, { “dropping-particle” : “”, “family” : “Taivan”, “given” : “Ariuna”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “container-title” : “The Journal of Developing Areas”, “id” : “ITEM-1”, “issue” : “2”, “issued” : { “date-parts” : “2017” }, “title” : “Causality between tourism and economic growth: evidence from Sub-Saharan Africa (SSA)”, “type” : “article-journal”, “volume” : “51” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=5afb22d0-94a5-4377-a56b-4d278ae70fbb” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Nene & Taivan, 2017)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Nene & Taivan, 2017)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Nene & Taivan, 2017)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Nene & Taivan, 2017) Dalam penelitian ini membahas tentang Industri pariwisata adalah salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dan terbesar di dunia. Kontribusi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi telah menjadi semakin penting dan banyak pemerintah telah memasukkan beberapa langkah untuk meningkatkan industri pariwisata mereka untuk menikmati manfaat yang terkait dengan sektor pariwisata yang semarak. Dan penelitian ini menggunakan metode data time series dengan variabel dependennya pertumbuhan ekonomi dan variabel independennya adalah causalitas pariwisata.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Pena-boquete”, “given” : “Yolanda”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issued” : { “date-parts” : “0” }, “title” : “Effects of Tourism Wages and employment for the Spanish regions : Seasonality versus Tourism Specialization”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=b619e03e-e833-4615-9d00-85366f24c35c” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Pena-boquete, n.d.)”, “manualFormatting” : “(Pena-boquete, n.d.2009)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Pena-boquete, n.d.)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Pena-boquete, n.d.)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Pena-boquete, n.d.2009) Dalam penelitian ini membahas tentang menganalisis efek musiman dan pengembangan pariwisata pada upah dan pekerjaan untuk wilayah Spanyol. Sebagai akibatnya, langkah pertama adalah mengidentifikasi berbagai variabel yang akurat untuk menentukan musim dan spesialisasi pariwisata, seperti kedatangan turis, tingkat pekerjaan, jumlah perusahaan pariwisata terbuka .dan kami akan mengusulkan indikator yang berbeda baik untuk spesialisasi dan musiman. Kedua, kami memasukkan berbagai indikator ini dalam persamaan upah yang dikoreksi oleh pemilihan sampel untuk melihat pengaruhnya terhadap upah dan pekerjaan. Dan penelitian ini mengguanakan metode survei tentang penghasilan dan kondisi hidup dan data yang di dapat dari mikro data dengan variabel dependennya Upah ,pekerjaan dan variabel independennya adalah pariwisata.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Shariff”, “given” : “Nurhazani Mohd”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” }, { “dropping-particle” : “”, “family” : “Abidin”, “given” : “Azlan Zainol”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “1”, “issued” : { “date-parts” : “2017” }, “page” : “423-427”, “title” : “Developing International Migrant Labors Pattern : The Case of Tourism and Hospitality Industry”, “type” : “article-journal”, “volume” : “7” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=1a434de3-e809-430d-b018-837062e72a9e” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Shariff & Abidin, 2017)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Shariff & Abidin, 2017)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Shariff & Abidin, 2017)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Shariff & Abidin, 2017) Dalam penelitian ini membahas tentang ketenagakerjaan buruh migran internasional dalam industri pariwisata dan perhotelan menyajikan serangkaian peluang bersama tantangan bagi para pemangku kepentingan seperti migran, pengusaha dan masyarakat tuan rumah. Tenaga kerja migran internasional dapat membantu dalam membuat mode entri pasar dan keputusan pemilihan strategi pemasaran. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengembangkan pola buruh migran internasional dalam kasus industri pariwisata dan perhotelan di langkawi, Malaysia. Dan di penelitian ini menggunakan metode survei kuesioner dengan variabel dependennya mengembangkan pola pekerja migran internasional dan variabel independennya adalah industri pariwisata dan perhotelan.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Maria”, “given” : “Siti”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issued” : { “date-parts” : “2016” }, “page” : “632-641”, “title” : “KERJA PARIWISATA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=2f909a5b-746c-489b-9f60-07b628678df5” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Maria, 2016)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Maria, 2016)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Maria, 2016)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Maria, 2016) Dalam penelitian ini membahas tentang mengkaji dampak sektor pariwisata terhadap penyerapan tenaga kerja yang diukur dari jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata tahun 2002-2014. Jumlah Hotel dan Restoran berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tenaga kerja . Jumlah obyek wisata berpengaruh positif signifikan terhadap tenaga kerja dan secara parsial Jumlah wisatawan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tenaga kerja. Dan di penelitian ini menggunakan metode Regresi linear berganda dengan variabel dependennya kesempatan kerja dan variabel independennya adalah pariwisata.

ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Akuino”, “given” : “Cori”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “X”, “issued” : { “date-parts” : “0” }, “title” : “No Title”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=3c5edbfa-a294-4df0-88ba-745c6ff6c5e3” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Akuino, n.d.)”, “manualFormatting” : “(Akuino, n.d.2011)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Akuino, n.d.)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Akuino, n.d.)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Akuino, n.d.2011) Dalam penelitian ini membahas tentang menganalisis dampak perubahan nilai tambah sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Batu tahun 2002-2011. penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara PDRB sektor perdagangan, hotel dan restoran (X) terhadap Tenaga Kerja di sektor perdagangan, hotel dan restoran (Y) sebesar 43%. Jadi apabila PDRB sektor perdagangan, hotel dan restoran (X) meningkat sebesar 1 % maka Tenaga Kerja di sektor perdagangan, hotel dan restoran (Y) akan naik sebesar 43% dan sebaliknya apabila sektor perdagangan, hotel dan restoran (X) menurun sebesar 1% maka Tenaga Kerja di sektor perdagangan, hotel dan restoran (Y) akan turun sebesar 43% dengan asumsi variabel lain tetap. Dan di penelitian ini menggunakan metode Regresi linear berganda dengan variabel dependennya penyerapan tenaga kerja dan variabel independennya adalah pariwisata.ADDIN CSL_CITATION { “citationItems” : { “id” : “ITEM-1”, “itemData” : { “author” : { “dropping-particle” : “”, “family” : “Hermawati”, “given” : “Sri”, “non-dropping-particle” : “”, “parse-names” : false, “suffix” : “” } , “id” : “ITEM-1”, “issue” : “November”, “issued” : { “date-parts” : “2014” }, “page” : “974-981”, “title” : “Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata Di Kabupaten Banyumas”, “type” : “article-journal” }, “uris” : “http://www.mendeley.com/documents/?uuid=5b1e989f-a2a9-4e42-b912-d436cb24f887” } , “mendeley” : { “formattedCitation” : “(Hermawati, 2014)”, “plainTextFormattedCitation” : “(Hermawati, 2014)”, “previouslyFormattedCitation” : “(Hermawati, 2014)” }, “properties” : { }, “schema” : “https://github.com/citation-style-language/schema/raw/master/csl-citation.json” }(Hermawati, 2014) Dalam penelitian ini membahas tentang sektor pariwasata kabupaten Banyumas terus berkembang. Darai 13 obyek pariwisata yang dapat di kelompokkan menjadi wisata alam dan wisata alam dan wisata pendidikan. Disini jumlah pengunjung wisata pendidikan jauh lebih kecil dari pada wisata alam akan tetapi kenaikan jumlah pengunjung wisata pendidikan cukup berarti. Perkembangan pariwisata berimbas kepada penyerapan tenaga kerja meskipun perkembangan penyerapan tenaga kerja lebih lambat dibanding perkembangan jumlah pengunjung. Dan penelitian ini menggunakan metode analisis determinasi dengan variabel dependennya penyerapan tenaga kerja dan variabel independennya adalah pariwisata.BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Penelitian ini menggunakan empat variabel dependen (terikat) dan satu variabel independen (bebas). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Jumlah Usaha Wisata,Jumlah Obyek Wisata, Jumlah Kunjungan Wisatawan dan Upah Rata-rata di Kota Batu , sedangkan variable independen yang digunakan yaitu Penyerapan Tenaga Kerja. Berikut adalah definisi operasional dari variabel yang akan diteliti, yaitu :Jumlah Usaha Wisata (X1)
Jumlah usaha wisata adalah jumlah hotel dan restoran beserta jenis usaha lainnya (rumah makan,biro perjalan wisata dll) yang ada di setiap kota batu . data jumlah usaha wisata sector pariwisata ini yang di peroleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).

Jumlah Obyek Wisata (X2)
Jumlah obyek wisata adalah jumlah obyek wisata yang menjadi tempat tujuan wisata yang ada di kota batu .Data jumlah obyek wisata ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).

Jumlah Kunjungan Wisatawan (X3)
Jumlah kunjungan wisatawan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan total kedatangan wisatawan baik itu wisatawan lokal maupun asing/ internasional ke obyek-obyek wisata yang ada di Kota Batu. Data jumlah kunjungan wisatawan ini diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik)
Upah Rata-rata (X4)
Upah Rata-Rata yang digunakan dalam penelitian ini merupakan rata-rata upah karyawan yang bekerja dalam usaha-usaha wisata di Kota Batu. Data upah rata-rata ini diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).Penyerapan Tenaga Kerja (Y)
Penyerapan Teanga Kerja (PTK) dalam penelitian ini adalah jumlah tenaga kerja yang terserap atau bekerja setiap tahunnya dalam sector pariwisata di Kota Batu. Data penyerapan tenaga kerja di sector pariwisata ini diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik).3.2 Jenis dan Sumber Data
Dalam melakukan penelitian ini data-data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang bersumber pada instansi pemerintah yang telah dipublikasikan dan data yang diolah kembali dari data sekunder yang diterbitkan oleh instansi pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS) lembaga pemerintah yang diakui dan mempunyai legalitas dalam menerbitkan data statistik di Indonesia, berbagai website serta berbagai instansi dan literatur-literatur lain yang terkait dengan penelitian ini. Adapun data sekunder yang digunakan yaitu Jumlah Usaha Wisata Kota Batu, Jumlah Obyek Wisata kota Batu , Jumlah Kunjungan Wisatawan di kota Batu, Upah rata-rata Kota Batu, data Penyerapan Tenaga Kerja Kota Batu dan data-data lain yang mendukung.

3.3 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitihan kuantitatif. Metode Penelitian Kuantitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono (2012: 8) yaitu : “Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”.

3.4 Metode Ananlisis Data Panel
Y= ? + ?1X1 + ?2X2 + ?3X3+ ?4×4+ e
Keterangan:
Y:Penyerapan Tenaga Kerja
X1:Jumlah Usaha Wisata
X2:Jumlah Obyek wisata
X3:Jumlah Kunjungan Wisatawan
X4:Upah Rata-rata
?1 ?2 ?3:Koefisien Regresi Variabel Independen
e:Faktor-Faktor Pengganggu
Analisis regresi bertujuan untuk mengukur hubungan antara dua variabel atau lebih serta menunjukan antara variabel independen dengan variabel dependen yang digunakan.Penelitian ini menggunakan metode OLS untuk mengestimasi dan alat pengolahan data yang digunakan adalah program eviews.

Daftar Pustaka :Hermawati, S. (2014). Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pariwisata Di Kabupaten Banyumas, (November), 974–981.

Akuino, C. (n.d.). No Title, (X).

Maria, S. (2016). KERJA PARIWISATA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR, 632–641.

Shariff, N. M., & Abidin, A. Z. (2017). Developing International Migrant Labors Pattern?: The Case of Tourism and Hospitality Industry, 7(1), 423–427.Nene, G., & Taivan, A. (2017). Causality between tourism and economic growth: evidence from Sub-Saharan Africa (SSA). The Journal of Developing Areas, 51(2). Retrieved fromhttps://search.proquest.com/docview/1899769480/fulltextPDF/C4388CD31A964BADPQ/1?accountid=26357
I, U. J. (2000). TOURISM AS A LONG-RUN ECONOMIC GROWTH FACTOR?: THE SPANISH CASE Jacint Balaguer and Manuel Cantavella-Jordá *.

Ajala O.A. (2008). Employment and Income Potentiality of Tourism Development in Amhara Region Ethiopia. *Ajala O.A., 1(2).

Zontek, Z. (n.d.). Innovation in Tourism Enterprises, 14(Rogers 1998), 55–73.

Pavli?, I. (2012). IMPACT OF TOURISM ON THE EMPLOYMENT IN CROATIA 2 Literature Review, (Figure 1), 219–224.

Pena-boquete, Y. (n.d.). Effects of Tourism Wages and employment for the Spanish regions?: Seasonality versus Tourism Specialization.